You are here

CSI 2017 sebagai Solusi Kebutuhan Keamanan Cyber Bagi Pelaku Industri di Indonesia

by Sebastianus Epifany Monday, September 4, 2017 - 10:39

JAKARTA - Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki predikat sangat rawan terhadap serangan cyber seperti malware, ransomware, ataupun aksi penyalahgunaan teknologi seperti hacking dan pencurian data. Padahalnya, Kejahatan Cyber kini dapat menyerang infrastruktur penting dan merugikan masyarakat.

Salah satu contoh nyata adalah kasus serangan cyber yang menyerang infrastruktur terjadi di Ukraina pada Desember 2016 dan membuat negara tersebut mengalami kiris listrik. Hal itu membuat Pemerintah Indonesia makin menyadari pentingnya menjaga infrastruktur vital beserta seluruh sistemya dari serangan siber serta memberikan celah pasar yang potensial bagi bisnis keamanan cyber dan informasi.

Tarsus Indonesia perusahaan media, pameran dan konvensi berbasis business-to-business (B2B) menangkap prospek cerah perkembangan industri dan bisnis cyber security di Indonesia dengan menghadirkan event khusus berskala internasional bertajuk Cyber Security Indonesia (CSI) 2017 yang digelar pada 6-7 Desember 2017 di Jakarta Convention Center (JCC).

“Indonesia kini telah diakui secara global sebagai salah satu sumber serangan cyber terbesar di dunia. Oleh karena itu pameran Cyber Security Indonesia 2017 diharapkan menjadi sarana terbaik untuk menjawab berbagai masalah terpenting dalam menjaga integritas keamanan informasi di tanah air,” ungkap Didit Siswodwiatmoko, Managing Director Tarsus Indonesia.

Secara resmi event CSI 2017 telah mendapat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Indonesia (ATSI), Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi & Komunikasi Nasional (APTIKNAS), dan Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI).

Kepala Lembaga Sandi Negara (LEMSANEG) Major Jendral (TNI), Dr Djoko Setiadi, M.Si memaparkan bahwa kemanan siber merupakan salah satu pilar penting di Indonesia yang memiliki kekayaan informasi. Karena itu diperlukan tindakan preventif maupun defensive untuk melindungi kepentingan negara dan warga negara dari ancaman siber.

"Aksi tersebut diwujudkan tak hanya melalui kebijakan dan peraturan perundang-undangan namun juga tindakan nyata yang melibatkan seluruh komponen bangsa. Oleh karena itu Lembaga Sandi Negara menyambut baik dan mendukung diselenggarakannya Cyber Security Indonesia (CSI) pada 6-7 Desember 2017 dan mendorong komunitas keamanan siber di Indonesia dan internasional untuk berpartisipasi dalam acara tersebut," tutup Djoko Setiadi.

Share this article: