You are here

Konektivitas sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi & Mengurangi Ketimpangan Masyarakat di Indonesia

by Sebastianus Epifany Wednesday, October 18, 2017 - 10:13

JAKARTA – Konektivitas merupakan kunci bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, negara kepulauan yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Konektivitas yang kurang memadai mengakibatkan terjadinya pembangunan yang tidak merata, ketimpangan pendapatan daerah, serta kemiskinan dalam masyarakat.

Hal yang terakhir disebut memang menjadi momok tersendiri karena berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik, persentase jumlah penduduk jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia per Maret 2017 mencapai 27,77 juta orang (10,64 persen), bertambah sebesar 6,90 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2016 yang sebesar 27,76 juta orang (10,70 persen).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya di Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Tahun 2017 pada pertengahan Agustus lalu mengungkapkan bahwa pemerintah tidak menutup mata dengan hal ini dengan mengatakan, “Pemerintah ingin rakyat-rakyat Indonesia yang berada di pinggiran, di kawasan perbatasan, di pulau-pulau terdepan, di kawasan terisolir merasakan hadirnya negara, merasakan buah pembangunan, dan merasa bangga menjadi Warga Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Konektivitas merupakan kunci utama mendukung jalur distribusi dan logistik sehingga kelancaran akan hal itu dapat mendorong pertumbuhan pendapatan di berbagai daerah, serta  berimbas pada pertumbuhan ekonomi negara. Oleh karena itu rencana pemerintah mewujudkan konektivitas antar wilayah dengan membangun jalan raya baru sepanjang 865 km, 6 bandar udara, 15 pelabuhan, dan jalur kereta api sepanjang 639 km perlu mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen.

Event Spesial untuk Mendukung Program Pemerintah

Tarsus Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang media, pameran dan konferensi berbasis business-to-business (B2B) sangat mendukung rencana pemerintah terkait pengembangan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur dengan menggelar Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017 bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KEMENPUPR). Event yang digelar pada 8 - 10 November 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) ini menggabungkan pameran, konferensi dan seminar yang terkait dengan infrastruktur Indonesia dengan tema utama untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di seluruh aspek agenda infrastruktur nasional.

Agenda pameran dan konferensi IIW 2017 akan berfokus pada bidang prioritas khusus dari Rencana Pembangunan Nasional pemerintah: Investasi Infrastruktur, Infrastruktur Transportasi & Konektivitas, dan Pengembangan Industri. Oleh karena itu event ini menghadirkan menghadirkan 5 segmen baru yaitu Infrafinance Indonesia, Infrarail Indonesia, Infraports Indonesia, Infratraffic Indonesia dan Special Economic & Industrial Zone.

“Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017 dirancang sebagai solusi dengan menghadirkan jawaban atas kebutuhan pasar dan industri infrastruktur di tanah air. Event ini menghadirkan kesempatan berbisnis dengan berbagai pihak, sembari mendorong pengembangan konektivitas yang diprioritaskan pemerintah melalui pembangunan infrastruktur transportasi, pengembangan kawasan industri, dan pembiayaan beragam proyek infrastruktur yang direpresentasikan melalui 5 segmen baru IIW 2017,” ungkap Cheah Wai Hong, Portfolio Director Tarsus Indonesia dalam siaran pers hari ini.

Cheah Wai Hong secara detil menjelaskan bahwa event ini menempati ruang pameran seluas 16,000 m2 dan diikuti lebih dari 200 perusahaan peserta pameran dengan beragam progam konferensi. “Pameran ini menghadirkan akses langsung ke ratusan produk dan teknologi mutakhir serta berbagai peluang bisnis dengan banyak pemilik proyek infrastruktur serta pemangku kepentingan dan investor terkemuka di negara ini,” paparnya.

Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017 akan diselenggarakan dalam satu lokasi event bersama Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 (KIBIG 5). Hal ini menjadikan ajang ini sebagai salah satu pameran infrastruktur konstruksi paling komprehensif dan terlengkap di tanah air yang gratis biaya masuk sekaligus menghadirkan multi-track konferensi yang didedikasikan untuk mendukung ambisi infrastruktur Indonesia.

Share this article: