You are here

Pelindo I Menjaga Momentum Kinerja Positif Semester I 2017

by Sebastianus Epifany Monday, September 4, 2017 - 10:08

MEDAN - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I berupaya meningkatkan pelayanan dan mengantisipasi pertumbuhan bisnis di masa depan dengan membangun infrastruktur pelabuhan yakni perpanjangan petikemas Pelabuhan Belawan fase II. Progres pembangunan proyek sepanjang 350 meter tersebut kini telah mencapai 30 persen.

Progres pembangunan perpanjangan terminal petikemas ini ditargetkan mencapai 50% pada akhir 2017 dan rampung pada tahun 2018. Sementara itu, progres pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap I berkapasitas 500 ribu TEUs yang dilakukan Pelindo 1, sudah mencapai 80%.

Pelabuhan Kuala Tanjung yang diproyeksikan akan menjadi pelabuhan terbesar dan menjadi hub internasional di kawasan barat Indonesia ini akan dikembangkan secara bertahap hingga tahun 2023 dan nantinya akan memiliki kapasitas hingga mencapai 20 juta TEUs.

Semua ini dilakukan untuk mendukung kinerja positif Pelindo I selama Semester I tahun 2017. Kinerja tersebut terlihat dari peningkatan trafik kunjungan kapal Pelindo 1 baik dalam call maupun GT (Gross Tonage).

Realisasi trafik kunjungan kapal selama semester I-2017 mencapai 32.358 call, meningkat 5,64% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 30.630 call. Peningkatan tersebut setara dengan 70.985.837 GT, meningkat 11,93% dibandingkan pencapaian tahun lalu sebesar 63.418.907 GT.

Selain itu, volume bongkar muat juga menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga semester I-2017, realisasi bongkar muat barang mencapai sebesar 27.574.445 ton atau tumbuh hingga 44,78% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 19.045.910 ton.

Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana menjelaskan bahwa melalui peningkatan kualitas layanan secara terus menerus menerus, pertumbuhan positif trafik kunjungan kapal juga diikuti pertumbuhan kinerja operasional secara signifikan. Saat ini, Waktu Tunggu (Waiting Time) di Belawan International Container Terminal (BICT) hanya sebesar 1,45 jam/kapal atau mampu ditekan hingga 44,44%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih mencapai 2,61 jam/kapal.

"Seiring dengan perbaikan Waktu tunggu (Waiting Time), produktivitas bongkar muat petikemas di BICT pun dapat digenjot dari 33,97 B/S/H (Box/Ship/Hour) menjadi 47,86 B/S/H (Box/Ship/Hour), atau meningkat sebesar 40,89%,” terang Bambang Eka Cahyana, dalam siaran pers (4/9/2017).

Share this article: