You are here

Pengembangan Kawasan Industri Mendorong Investasi Di Luar Jawa

by Sebastianus Epifany Monday, September 11, 2017 - 15:33

JAKARTA - Pemerintah Indonesia yakin pengembangan kawasan industri dapat memicu realisasi investasi ke sektor manufaktur di luar pulau Jawa. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Imam Haryono.

Imam Haryono menegaskan investor dalam kawasan industri proyek strategis mendapat kemudahan mengurus pembebasan lahan. "Pengurusan lahan di kawasan industri PSN itu dijamin pemerintah supaya bisa cepat beroperasi. Dengan begitu, investasi bisa semakin banyak mengalir ke kawasan industri,” ujar Imam seperti dilaporkan dari Bisnis.com (11/7/2017).

Proyek strategis nasional mencantumkan 17 kawasan industri di dalam revisi daftar proyek strategis nasinal. Lima diantaranya merupakan kawasan baru yang diperkirakan mampu menyerap investasi senilai 79,13 triliun. Lima lokasi itu berada di Gresik, Dumai, Tanjung Buton, Wilmar Serang, danTanah Kuning.

“Dengan masuknya beberapa kawasan industri baru ke dalam PSN, semua hambatan perijinan itu bisa terselesaikan dengan cepat,” papar Imam.

Kawasan Industri Dumai merupakan pusat hilirisasi kelapa sawit. Kawasan Industri JIIPE Gresik adalah pusat industri alat berat. Wilmar Serang merupakan kawasan industri pengolahan kimia dan baja. “Tanjung Buton lebih condong ke hilirisasi pertanian dan perikanan. Sementara Tanah Kuning nantinya diproyeksikan menjadi pusat industri pengolahan aluminium,” ungkap Imam.

Direktur Eksekutif Himpunan Kawasan Industri Fahmi Shahab optimistis semakin banyak investasi yang mengalir ke sektor manufaktur dengan bertambahnya kawasan industri di dalam proyek strategis nasional. Menurutnya, pemilik modal bukan hanya melihat dorongan insentif fiskal seperti tax holiday dan tax allowance yang ditawarkan pemerintah, tetapi juga terlebih dulu melihat ketersediaan infrastruktur sebagai pertimbangan utama.

“Integrasi infrastruktur menjadi pertimbangan utama. Itu mengapa investor belum begitu banyak yang tertarik ke pengembangan industri luar Jawa,” ungkap Fahmi Shahab.

Share this article: