You are here

Perolehan Kontrak Baru WIKA Mencapai 48 Persen dari Total Target 2017

by Sebastianus Epifany Monday, September 4, 2017 - 12:02

JAKARTA - PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. [“WIKA”] hingga akhir Juni 2017 mencatatkan perolehan  kontrak baru sebesar Rp20,860 triliun atau 48% dari target kontrak baru perseroan 2017. Capaian tersebut mengalami kenaikan sebesar 74% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Capaian terbesar kontrak baru datang dari sektor infrastruktur dan gedung dengan raihan kontrak sebesar Rp12,9 triliun, disusul sektor energi dan industrial plant dengan Rp4,9 triliun. Sementara itu, raihan kontrak dari sektor industri menyumbang Rp2,4 triliun dan sektor properti sebesar Rp690miliar.

Dari komposisi kepemilikan proyek, mayoritas sumber raihan kontrak baru berasal dari swasta dengan 61,05%. Sementara itu, 27,46% kontrak baru berasal dari sesama BUMN dan sisanya 11,49% merupakan kontrak yang berasal dari pemerintah.

Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo yakin bahwa tren kenaikan yang terjadi masih akan berlanjut hingga akhir tahun tahun 2017.

“Performa WIKA selama kuartal-II menunjukan bahwa kami sudah on track dan berpotensi untuk terus bertumbuh. Kami bersyukur bahwa WIKA telah dipercaya untuk menangani berbagai proyek strategis pemerintah sehingga ruang WIKA untuk berkembang masih sangat luas,” ujarnya dalam siaran pers (9/8/2017).

Terkait proyek inovatif WIKA, yakni simpang susun semanggi, progress pembangunannya hingga pekan pertama Agustus ini telah mencapai 98% dan kini menyisahkan pengerjaan drainase dan pengembalian kondisi awal. Jembatan Simpang Susun Semanggi adalah jembatan layang (flyover) yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan flyover lainnya.

Jembatan ini memiliki dimensi XYZ atau tiga dimensi, yakni: memiliki ruas naik dari bawah kemudian membentang naik dengan melingkar dan ramp turunan. Untuk menghasilkan struktur boxgirder simpang susun semanggi, WIKA didukung PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. (WTON).

Pabrik boxgirder yang berada di Kawasan Industri Karawang ini mampu memproduksi rata-rata 4 box girder setiap harinya. Metode beton pracetak inilah yang bisa mempercepat pekerjaan di lapang, disamping metode kerja dan upaya inovasi lainnya.

Share this article: