You are here

PUPR: Peluang Bisnis Konstruksi Bagi Stakeholders Tahun Ini Terbuka Lebar

by Jonathan Cohen Friday, July 20, 2018 - 13:49

JAKARTA - Pembangunan infrastruktur yang berkualitas membutuhkan dukungan berupa dana, tenaga kerja konstruksi bersertifikat, peningkatan mutu konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi, inovasi teknologi, dan lain sebagainya. Maka dari itu, peran stakeholder sektor konstruksi dalam membangun infrastruktur di Indonesia sangat diperlukan.

Kurang lebih itulah yang disampaikan oleh Anita Firmanti, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR yang mewakili Menteri PUPR pada saat membuka acara konferensi pers Launching Konstruksi Indonesia (KI) 2018 pada hari Rabu (18/7) di Jakarta.

Pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini, pembangunan infrastruktur tengah menjadi fokus utama. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, daya saing global, serta mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.

Berdasarkan data World Economic Forum mengenai Global Competitiveness Index (Indeks Daya Saing Global), Indonesia pada tahun ini menempati peringkat 36. Angka tersebut naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana pada tahun 2017 Indonesia menempati peringkat 41. Hal yang sama juga terjadi pada Indeks Daya Saing Infrastruktur Indonesia yang pada tahun 2018 menempati peringkat 52 setelah pada tahun sebelumnya menempati peringkat ke 60.

Namun demikian, pembangunan infrastruktur besar-besaran oleh pemerintah perlu didukung oleh komitmen yang tinggi dalam mencegah kecelakaan kerja maupun kegagalan bangunan pada saat aktivitas konstruksi. “Kuncinya adalah disiplin pada prinsip K3 dan patuh pada prosedur standar operasional yang ditetapkan, agar tercapai zero accident”, ungkap Anita.

Selain itu, inovasi teknologi dalam pembangunan infrastruktur juga sangat dibutuhkan. Dimasa yang akan datang Indonesia akan dibanjiri oleh barang dan jasa teknologi dari luar negeri. Perkembangan ini harus dapat dijadikan sebagai potensi dan motivasi dalam menciptakan ide-ide atau karya yang inovatif oleh anak negeri demi mewujudkan kemandirian bangsa.

Melihat tantangan dan peluang tersebut tentunya peran dari stakeholders konstruksi, seperti: kontraktor, konsultan, pengusaha yang bergerak di bidang rantai pasok konstruksi dan pelaku K3 Konstruksi, dan lain sebagainya, sangat diperlukan. Untuk itu sangatlah tepat ajang perhelatan akbar seperti Konstruksi Indonesia, yang secara rutin sejak 2003 dilaksanakan oleh Kementerian PUPR,  diikuti oleh seluruh pelaku dan stakeholders konstruksi.

”Konstruksi Indonesia 2018 akan diselenggarakan pada 31 Oktober – 2 November 2018 di Jakarta International Expo Indonesia Konstruksi Indonesia 2018 menjadi sarana konsolidasi para pelaku usaha industri konstruksi, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk menghasilkan inovasi-inovasi terbaru dan solusi untuk perkembangan konstruksi di tanah air. Selain itu Konstruksi Indonesia menjadi wadah untuk membangun relasi, membuka peluang bisnis baru serta sumber edukasi bagi para pelaku industri konstruksi di Indonesia”, ujar Anita.

Sementara itu Ketua Umum KADIN Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa sektor swasta siap untuk medukung Pembangunan Infrastruktur. Rosan berharap swasta lebih banyak mendapat kesempatan bekerja pada proyek-proyek dengan dana APBN sehingga dapat berkembang seperti BUMN, dan juga agar BUMN-BUMN tersebut tidak menjadi overload.

Ruslan Rivai, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJK) mengungkapkan kesiapannya mendukung kegiatan Konstruksi Indonesia di tahun ini dengan kegiatan peningkatan kompetensi tenaga ahli di bidang jasa konstruksi. Kegiatan dukungan LPJK Nasional pada KI 2018 ini adalah program 7000 sertifikasi tenaga terampil gratis dan harga  khusus bagi sertifikasi tenaga ahli dalam rangka mendukung pemerintah mencapai tenaga kerja konstruksi bersertifikat di seluruh Indonesia.

Konstruksi Indonesia 2018 menghadirkan beragam produk dan jasa konstruksi, serta solusi dan inovasi terbaru, yang diikuti 12.000 peserta acara yang terdiri dari perusahaan teknik sipil, kontraktor, konsultan, dan pemangku kepentingan di bidang konstruksi & infrastruktur. “Ajang ini diharapkan mampu memberikan gambaran lengkap terkait tren serta peluang yang ada di industri konstruksi tanah air. Melalui wadah yang menghubungkan langsung para professional lokal dan internasional ini, Konstruksi Indonesia 2018 diharapkan mampu menghadirkan solusi serta inovasi-inovasi terbaru di sektor konstruksi yang dapat memberikan kontribusi langsung terhadap pembangunan infrastruktur”, ujar William Owen selaku Direktur Tarsus Indonesia, sebagai pihak Event Organizer.

Konstruksi Indonesia 2018 diselenggarakan bersamaan dengan Green & Smart Building Indonesia dan Indonesia Infrastructure Week. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.constructionindonesia.com.

Share this article: