You are here

Percepatan Pembangunan Infrastruktur Bukan Penyebab Kecelakaan Konstruksi

by Sebastianus Epifany Friday, February 2, 2018 - 11:43

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa penyebab kecelakaan konstruksi bukanlah percepatan pembangunan infrastruktur. Hal ini diungkapkan ketika beliau mencanangkan Gerakan Nasional Keselamatan Konstruksi (GNKK) pada hari Senin (29/1).

Fokus pemerintah Indonesia saat ini adalah percepatan pembangunan infrastruktur. Walau begitu, bukan berarti hal ini mendorong terjadinya kecelakaan konstruksi yang akhir-akhir ini sering terjadi di beberapa proyek infrastruktur penting.

"Bukan karena percepatan kemudian terjadi kecelakaan kerja. Stok infrastruktur kita masih sedikit sehingga kita tambah speed-nya. Dari keroncong menjadi irama rock and roll. Namun speed-nya sekarang belum apa-apa, karena dalam waktu 2-3 tahun mendatang pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas pembangunan nasional," ujar Basuki Hadimuljono seperti dilaporkan dari pu.go.id (2/2/18).

Dia memberikan contoh pembangunan jalan tol di China, dimana satu tahun bisa mencapai 4.000-5.000 km, sementara di Indonesia, pembangunan 1.000 km membutuhkan waktu 5 tahun. Oleh sebab itu, perlu adanya inovasi untuk mengejar ketertinggalan. Jika tidak, Indonesia akan semakin tertinggal dibanding negara lain.

Kementerian PUPR juga mendorong para pegawainya memiliki spesialisasi keahlian konstruksi. Salah satu upayanya adalah mengembangkan Sekolah Tinggi Sapta Taruna menjadi politeknik sehingga bisa menghasilkan ahli.

Dana pengembangan SDM Kementerian PUPR juga akan difokuskan untuk mencetak ahli/spesialis untuk mendukung pembangunan infrastruktur atau tidak lagi digunakan untuk beasiswa sekolah magister yang bersifat umum.

Share this article: