You are here

Sosrobahu, Hasil Karya Anak Bangsa di Sektor Konstruksi

by Sebastianus Epifany Monday, November 20, 2017 - 17:09

JAKARTA - Indonesia kini sedang berfokus dalam pembangunan infrastruktur untuk mendorong penguatan ekonomi. Dibalik kemeriahan pembangunan tersebut, terdapat satu hal penting yang wajib dibanggakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, yaitu teknologi konstruksi Sosrobahu.

Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya, dan kemudian diputar 90° sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya. 

Infrastructure Asia Online berkesempatan melakukan wawancara langsung dengan Ir. Lukman Efendy, Technical Support Engineer PT Citra Angkasa Persada di ajang IIW 2017 - KIBIG5 2017 yang digelar pada 8-10 November 2017 di Jakarta Convention Center. PT. Citra Angkasa Persada adalah satu-satunya dan eksklusif agen Adamas Technology Engineering Pte. Ltd. yang memasarkan, memproduksi, merakit, dan Memasang Unit Sosrobahu.

Ir. Lukman Efendy menjelaskan bahwa teknik konstruksi Sosrobahu ditemukan oleh Dr. Ir. Tjokorda Raka Sukawati ketika memulai pembangunan pertama jalan tol Cawang - Tanjung Priuk sekitar tahun 1987. Teknik konstruksi tersebut digunakan untuk menghindari terjadinya kemacetan di area konstruksi pembangunan jalan tol tersebut.

“Ini dicreate sejak tahun 1987 dan mulai dipasang pertama kali bersama percobaan-percobaannya itu tahun 1988 kira-kira. Kira-kira disitu yang dipasang jumlahnya hampir lebih dari 150 unit, alhamdulilah itu terpasang dengan baik, bisa mengurangi dampak gangguan, terukurlah. Selanjutnya ini dikembangkan lebih lanjut, tahun 1996 itu mulai dipakai di Filipina,” ungkap Ir. Lukman Efendy.

Ir. Lukman Efendy menjelaskan bahwa konsep dasar dari penemuan itu adalah hidrolik. ”Ini kapasitasnya untuk diameter dalemnya yg 76 cm, diameter luarnya 80 cm, itu kemampuannya sampai 600 ton. Jadi kebetulan untuk jalan tol Cawang - Tanjung Priuk dulu beratnya kira-kira 450 ton. Itu sampai 150an lebih kita pasang,” paparnya.

Proyek jalan tol yang menggunakan teknik Sosrobahu sudah tersebar di Indonesia dan Mancanegara yaitu Jalan Tol Cawang-Tanjung Priuk, Flyover Pamanukan di Jawa Barat, Flyover Janti di Yogyakarta, serta yang proyek yang sedang berjalan adalah Jakarta Cikampek II Elevated dan JORR 2 Cimanggis-Cibitung.

Di mancanegara teknik ini dipakai dalam pembuatan proyek Kuala Lumpur Middle Ring Road II di Malaysia, dan di Filipina digunakan di proyek Metro Manila Skyway Stage 1 dan 2, NAIA Expressway, serta Metro Manila Skyway stage 3 dan Metro Manila Expressway. “Mudah-mudahan yang kita coba rancang sekarang banyak yang dipakai, yang sedang proses ini di Kolombo, Srilanka,” terang Ir. Lukman Efendy.

Ir. Lukman Efendy juga memiliki harapan khusus terhadap teknik Sosrobahu ini dengan mengatakan, “Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk bangsa dan negara kita untuk mengatasi pembangunan yang penuh kemacetan seperti sekarang ini.”

Beliau juga memberikan apresiasi positif terhadap event IIW 2017 dan KIBIG5 2017 dengan mengatakan, ”Event ini saya kira sangat baik untuk memperkenalkan produk-produk dalam negeri khususnya dalam bidang engineering untuk bisa diketahui, paling tidak oleh masyarakat Indonesia sendiri dan paling tidak untuk keluar dari Indonesia, bisa memanfaatkan expor produk-produk Indonesia.”

Share this article: