You are here

Empat Negara Menyambut Penawaran Kerjasama Proyek Infrastruktur Indonesia

by Sebastianus Epifany Thursday, September 28, 2017 - 12:00

BALI - Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi mengadakan pertemuan bilateral dengan empat negara di sela rangkaian acara The 4th Asia Europe Meeting Transport Minister Meeting (ASEM TEMM) untuk membahas kerjasama proyek infrastruktur di Indonesia. Empat negara peserta tersebut adalah Korea Selatan, Singapura, Hungaria dan Tiongkok.

"Hari ini saya bertemu dengan empat negara, yaitu Korea Selatan, Singapura, Hungaria dan Tiongkok serta European Union. Saya langsung sampaikan beberapa proyek infrastruktur dan mereka menyambut baik. Seperti dengan Korea Selatan, kita bicara tentang kemungkinan investasi terkait pengoperasian beberapa fungsi bandara," ujar Budi Karya Sumadi seperti dilaporkan dari dephub.go.id (28/9).

Budi Karya Sumadi memaparkan beliau memembicarakan dukungan di ICAO dan IMO serta keinginan menjalin hubungan baik untuk meningkatkan kapasitas melalui penambahan konektivitas dengan delegasi Singapura. Dirinya juga menjelaskan telah membicarakan proyek Kuala Namu dan Kuala Tanjung dengan delegasi Tiongkok.

"Bersama Tiongkok kita banyak membahas proyek terutama proyek di Sumatera Utara yaitu di Kuala Namu dan Kuala Tanjung. Kedua proyek ini sudah berjalan, jadi jika ada investasi tidak ada jeda atau proyeknya jalan terus. Secara khusus saya juga sampaikan kepada Tiongkok untuk mempercepat proyek kereta api cepat," ungkapnya.

Bersama dengan delegasi Hungaria, kerja sama yang dibicarakan di bidang pendidikan, dan juga dengan delegasi EU terkait dengan hubungan antara Indonesia dan Eropa. "Delegasi Hungaria tadi dibicarakan kerja sama dibidang pendidikan. Hungaria juga memberikan proposal untuk menangani kereta api, penerbangan serta pembuatan bus. Sedangkan dengan EU, hal yang dibicarakan terkait peningkatan fungsi-fungsi (rute) penerbangan dari Indonesia ke Eropa," paparnya.

Menhub merasa senang karena proyek-proyek infrastruktur Indonesia yang ditawarkan ASEM TMM mendapatkan apresiasi dan dukungan dari negara-negara anggota ASEM.

"Upaya untuk menawarkan proyek infrastruktur Indonesia disambut dengan baik, kita mendapat apresiasi secara internasional karena kita menawarkan proyek tersebut dengan proposal yang jelas. Yaitu melalui pameran, penerbitan buku peluang investasi transportasi di Indonesia dan kedalaman studi yang sudah dilaksanakan," tutup Budi Karya Sumadi.

Share this article: