You are here

Indonesia Bangun Infrastruktur Jalan Tol Menggunakan Pinjaman JICA

by Sebastianus Epifany Monday, September 4, 2017 - 10:32

PADANG - Pemerintah Indonesia berencana mengembangkan pembangunan jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru menggunakan dana pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Proyek jalan tol sepanjang 240 kilometer ini tidak hanya menggunakan dana pinjaman JICA namun juga menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi mencapai Rp 35 triliun.

"Saya sudah bicarakan dengan pihak JICA Jepang dan minggu lalu timnya sudah datang melakukan survei lokasi. Sementara untuk opsi skema KPBU bisa melalui penugasan kepada PT. Hutama Karya. Mudah-mudahan dapat segera diputuskan sehingga pada tahun 2018 dapat dimulai pelaksanaannya," kata Basuki Hadimuljono seperti dilaporkan dari pu.go.id (4/9).

Dari sisi konstruksi, penggunaan terowongan menembus bukit akan menjadi pilihan untuk memperpendek jarak dan mengurangi luasan lahan yang harus dibebaskan. Jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru memiliki rute yang sangat panjang sehingga rest area yang akan dibangun juga cukup banyak.

Keberadaan rest area ini nantinya, tambah Menteri Basuki akan mengakomodir usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masyarakat sehingga kehadiran jalan tol meskipun penting untuk mempercepat mobilitas barang dan jasa, namun tidak mematikan ekonomi UMKM.  

Ruas tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru akan terhubung dengan Tol Trans Sumatera yang merupakan bagian dari ASEAN Highway. Dengan adanya ruas tol ini akan mempersingkat jarak tempuh antara Padang-Pekanbaru yang biasa ditempuh 8 hingga 10 jam menjadi 3 atau 4 jam saja. Pembangunan tol ini tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi bagi Provinsi Sumatera Barat dan Riau khususnya dan Pulau Sumatera pada umumnya.

Share this article: