You are here

Jokowi Tegaskan Tidak Akan Menunda Pembangunan Infrastruktur

by Sebastianus Epifany Monday, September 11, 2017 - 09:12

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak akan menunda pembangunan infrastruktur di Indonesia. Masalah biaya menjadi bahan pertimbangan utama, karena penundaan pembangunan infrastruktur akan membuat biaya membengkak.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi ketika meresmikan ruas tol Jombang-Mojokerto di jalan tol Seksi II Jombang-Mojokerto Barat, Jawa Timur. Dirinya menggambarkan seandainya pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dimulai 26 tahun lalu , maka harga tanah masih berkisar Rp 2-5 juta per meter. Kini pembebeasan harga tanah di Jakarta berkisar Rp 80-200 juta per meter.

“Coba dibayangkan, itu biaya per meter, betapa mahalnya jika ditunda-tunda terus yang namanya pembangunan infrastruktur,” kata Presiden Jokowi seperti dilaporkan dari setkab.go.id (11/9).

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa infrastruktur merupakan kunci sebuah negara memenangkan persaingan karena ketersediaan infrastruktur dapat menurunkan biaya logistik, serta memudahkan persaingan dengan negara lain. Sebagai gambaran biaya logistik yang merupakan biaya mengangkut barang dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu provinsi ke provinsi lain di Indonesia 2,5 kali lebih mahal dibanding Singapura dan Malaysia.

“Jika biaya itu mahal, artinya yang menjadi beban masyarakat itu mahal, larinya ke sana. Oleh sebab itu, konektivitas seperti ini sangat diperlukan sekali,” papar Jokowi.

Menyadari hal itu, Presiden menyatakan tidak akan menunda lagi pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Karena itulah Presiden Jokowi menyambut baik kabar dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono yang menjelaskan bahwa ruas tol Kertosono-Mojokerto seksi II-seksi III telah siap diresmikan.

Share this article: