You are here

Kementerian PUPR Meminta Keselamatan Konstruksi Menjadi Perhatian Serius

by Sebastianus Epifany Tuesday, January 30, 2018 - 10:13

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mencanangkan Gerakan Nasional Keselamatan Konstruksi (GNKK) di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (29/1/2018). Hal ini tak lepas dari momentum bulan K3 Nasional yang jatuh pada bulan Januari dan Februari.

Melalui GNKK, Kementerian PUPR ingin mengajak seluruh elemen masyarakat jasa konstruksi di Indonesia untuk dapat memberikan perhatian serius terhadap keselamatan konstruksi.

Menteri Basuki menekankan pentingnya keselamatan konstruksi dalam membangun dan menjaga kredibilitas baik sebagai seorang engineer, pelaksana atau penyedia jasa. Kredibilitas yang baik akan mendorong para kontraktor lokal untuk lebih percaya diri dalam menggarap proyek-proyek infrastruktur, juga meningkatkan kepercayaan pengguna jasa.

"Kalau orang luar bisa, kita harus bisa. Jangan minder. Kita juga tidak boleh hanya beretorika seperti itu. Sekarang yang kita lakukan adalah bekerja dengan kualitas sesuai standar yang dibutuhkan," ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya, seperti dilaporkan dari pu.go.id (30/1/2018).

Menteri Basuki pada kesempatan ini juga melantik Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri PUPR No. 66/KPTS/M/2018 yang telah ditandatangani pada tanggal 24 Januari 2018. Komite yang beranggotan para ahli ini bertugas melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan konstruksi potensi bahaya tinggi, investigasi kecelakaan konstruksi, dan memberikan rekomendasi kepada Menteri PUPR.

"Komite ini merupakan badan independen yang khusus untuk mengevaluasi saat terjadi kecelakaan konstruksi seperti halnya KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) yang melakukan investigasi saat terjadi kecelakaan transportasi," ujar Basuki  Hadimuljono.

Share this article: