You are here

LRT Akan Menggunakan Komponen Nasional Hingga 65% di 2019 

by Sebastianus Epifany Friday, January 19, 2018 - 14:41

JAKARTA - Penggunaan komponen lokal dalam proyek pembuatan kereta ringan LRT Jabodetabek ditargetkan mencapai 65 persen pada 2019. Hal ini merupakan upaya industri kereta api nasional untuk memacu penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Upaya ini terjadi berkat sinergi antara BUMN dengan pemangku kepentingan terkait, seperti pihak swasta, industri penunjang, serta industri kecil dan menengah. Dengan begitu diharapkan dapat menciptakan beragam hal positif bagi masyarakat.

"Dengan adanya proyek ini, diharapkan terjadi penciptaan lapangan kerja baru serta multiplier effect terhadap keterlibatan IKM," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam siaran pers (19/1/2018).

Menurut Menperin, industri kereta api di Indonesia saat ini telah tumbuh dan berkembang baik dari sisi kemampuan teknologi maupun bisnisnya. Hal ini sejalan dengan kebijakan yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN), di mana industri alat transportasi ditetapkan sebagai salah satu sektor andalan masa depan.

"Pada tahun 2015-2019, kami fokus pada pengembangan kereta api perkotaan seperti Light Rail Transit (LRT), monorail, dan Mass Rapid Transport (MRT). Sementara itu, periode 2020-2035 akan difokuskan pada pengembangan kereta listrik dan magnetic levitation (maglev)," ungkap Airlangga Haartarto.

Share this article: