You are here

Pemerintah akan Mengurangi Impor Tanpa Mengganggu Pertumbuhan

by Jonathan Cohen Thursday, August 16, 2018 - 14:24

Jakarta – Pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk mengurangi impor terhadap beberapa tipe bahan mentah dan barang konsumsi untuk mengurangi defisit transaksi berjalan tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi.

“Kita akan mencari komoditas mana yang paling sedikit memberikan efek multiplier terhadap pertumbahan dan jika terjadi tekanan, momentum pertumbuhan tersebut bisa kita pertahankan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada konferensi pers yang digelar hari Selasa kemarin, seperti yang diulas oleh antaranews.com.

Langkah-langkah harus diambil untuk memangkas impor untuk mengurangi tekanan pada defisit transaksi berjalan yang mencapai 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal kedua tahun ini, katanya.

Pemerintah akan mengurangi impor terhadap bahan baku mentah dan barang modal terutama bagi proyek-proyek infrastruktur milik Pertamina dan PLN yang bersifat tidak urgent.

Sebagai tambahan, pemerintah juga akan membatasi import terhadap barang-barang konsumsi terutama di 500 tipe komoditas pada sektor perdagangan dan industri.

Pemerintah juga akan menaikan tarif dari pajak penghasilan terhadap barang-barang impor dan tarif lainnya guna mencegah semakin meningkatnya defisit transaksi berjalan.

 

Share this article: