You are here

Penerapan Teknologi dalam Membangun Infrastruktur di Indonesia

by Sebastianus Epifany Tuesday, September 5, 2017 - 09:05

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa teknologi hasil penelitian dan inovasi telah diimplementasikan pada berbagai proyek infrastruktur yang dibangun Kementerian PUPR dan menghasilkan infrastruktur yang lebih berkualitas, lebih cepat, dan lebih murah.

Seperti dilaporkan dari pu.go.id (5/9), Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa di bidang sumber daya air telah diterapkan teknologi beton pracetak untuk bendung, pengendali dasar sungai, saluran irigasi dan pintu-pintu air untuk mengoptimalkan pemanfaatan air dan sistem irigasi hemat air. Kementerian PUPR juga telah menggunakan sistem Modular Wahana Apung, antara lain pada Hunian Terapung Rumah Baca dan Balai Pertemuan Warga Terapung Tambak Lorok, Semarang dan Jembatan Apung di Cilacap.

Untuk membangun proyek Flyover Klonengan, Kementerian PUPR menggunakan Teknologi Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP) yang menghemat biaya sampai 70% dan waktu pengerjaan sampai 50%. Tak hanya itu, PUPR juga menggunakan teknologi Vacuum Preloading guna menaikkan tegangan efektif tanah dan mempercepat proses konsolidasi tanah lunak.

Vacuum Preloading berguna untuk membangun jalan di atas tanah lunak, ini telah diterapkan pada pembangunan Jalan Tol Palembang-Indralaya dan akan diaplikasikan di Jalan Tol Pemalang-Batang. Pilihan teknologi lain perkuatan tanah lunak dengan mini piles dan plate load transform berupa geogrid dengan pasir batu dengan ketebalan tertentu yang diaplikasikan pada Jalan Tol Pekanbaru-Dumai.

Teknologi lain yang telah berhasil diterapkan untuk membangun struktur jalan susun ditengah kondisi lalu lintas yang padat adalah Teknologi Sosrobahu, yang telah digunakan pada struktur Jalan Tol Wiyoto Wiyono, Tol Metro-Manila dan akan diterapkan pada Jalan Tol Elevated Jakarta-Cikampek II.

Semua ini dipaparkan ketika membuka acara The 4th International Conference on Earth Science and Engineering yang diselenggarakan oleh Universitas Andalas, di Padang, Sumatera Barat (28/8). Dirinya menjelaskan,"Dengan diselenggarakannya konferensi ini, semoga banyak masukan untuk mendukung pekerjaan pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat." 

Share this article: