You are here

Proyek Tetap Berjalan Dengan Catatan Pengeluaran

by Jonathan Cohen Tuesday, August 21, 2018 - 15:52

Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah memberikan sinyal bahwa pembangunan infrastruktur tidak akan dikurangi meski pemerintahannya telah mengalihkan fokusnya ke pengembangan sumber daya manusia dalam anggaran negara 2019 yang diusulkan.

Pemerintah telah mengalokasikan Rp420,5 triliun (US $ 28,8 miliar) untuk berbagai pembangunan infrastruktur nusantara tahun depan, yang ditetapkan sebagai pengeluaran tertinggi untuk infrastruktur dalam sejarah negara. Angka ini lebih tinggi dari rekor sebelumnya sebesar Rp410,4 triliun yang merupakan anggaran tahun ini.

Melihat pentingnya infrastruktur sebagai salah satu program unggulan Jokowi, anggaran pengeluaran tahun 2018 naik sebesar 64.19 persen dari APBN tahun 2015 sebesar Rp256.1 triliun, yang merupakan APBN pertama dibawah administrasi Jokowi.

Jokowi mengambil tindakan berani pada awal pemerintahannya di tahun 2015 dengan memotong subsidi bensin dan merealokasi anggarannya kepada hal-hal yang lebih produktif terhadap ekonomi, termasuk infrastruktur.

Walaupun pada masa pemerintahan sekarang pengeluaran infrastruktur naik setiap tahunnya, Jokowi sebelumnya telah dikritik terkait program pembangunann infrastrukturnya. Hal tersebut dinilai terlalu ambisius dan memberatkan kondisi keunganan para BUMN, yang seringkali ditunjuk sebagai pemilik proyek.

Jokowi menjawab kritikan tersebut, mengatakan bahwa program andalannya tersebut tidak hanya serta-merta untuk pembangunan fisik saja, tapi juga melingkupi aspek budaya.

“Banyak orang salah paham ketika mereka berbicara tentang infrastruktur seperti jalan tol, bandara, MRT dan LRT (Light Rapid Transit). Mereka hanya melihat hal tersebut dari sisi fisik saja,” kata Jokowi. “Faktanya, kita saat ini sedang membangun peradaban. Kita sedang membangun konektivitas peradaban. Kita membangun sebuah budaya infrastruktur baru,” dilansir dari thejakartapost.com

Pemerintah menargetkan untuk membangun 667 kilometer jalan baru, 905 kilometer jalan tol, juga 42,000 hektar jaringan irigasi dan merehabilitasi 120,000 hektar jaringan irigasi pada tahun depan.

Telah ditetapkan juga bahwa pemerintah akan membangun 4 bandara baru, 84,000 rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di bawah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahaan dan 7,512 apartemen harga rendah.

 

Share this article: