You are here

Tarif Tenaga Listrik Indonesia Masih Kompetitif di Kawasan ASEAN

by Sebastianus Epifany Wednesday, January 31, 2018 - 17:00

JAKARTA - Besaran tarif tenaga listrik yang dikeluarkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dinilai masih kompetitif bila dibandingkan dengan negara lain di kawasan ASEAN. Hal ini dapat dilihat dari data tarif tenaga listrik bulan Desember 2017 antara Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina dan Vietnam.

Seperti dilaporkan dari esdm.go.id (31/1/2018), besaran tarif rata-rata saat ini untuk pelanggan rumah tangga 450 VA sebesar Rp 415 per kWh, Rumah tangga 900 VA tidak mampu sebesar Rp 586 per kWh, Rumah tangga 900 VA mampu sebesar Rp 1.352 per kWh dan pelanggan non subsidi (tariff adjustment), sebesar Rp 1.467 per kWh.

Bila dikonversikan, tarif tenaga listrik di Indonesia untuk pengguna rumah tangga adalah 11 sen USD/kWh, sementara di Thailand mencapai 12,7 sen USD/kWh, Singapura 16,73 sen USD/kWh, Filipina 15,61 sen USD/kWh. Tarif di Malaysia dan Vietnam untuk konsumen rumah tangga memang lebih murah, yakni masing-masing 9,34 sen USD/kWh dan 9,67 sen USD/kWh.

Untuk tenaga listrik konsumen bisnis menengah, tarif di Indonesia adalah 11 sen USD/kWh, lebih rendah dibandingkan Malaysia (12,68 sen USD/kWh), Singapura (11,88 sen USD/kWh), dan Vietnam (12,07 sen USD/kWh). Sementara tarif tenaga listrik untuk konsumen yang sama di Thailand dan Filipina lebih rendah, yakni 9,6 sen USD/kWh dan 9,44 sen USD/kWh.

Namun, untuk jenis pengguna bisnis besar, tarif tenaga listrik di Indonesia menjadi yang termurah se-ASEAN, yakni 8,36 sen USD/kWh, bila dibandingkan konsumen kelas yang sama di Singapura yang mencapai 11,62 sen USD/kWh, Vietnam 11,10 sen USD/kWh, Thailand 9,29 sen USD/kWh, Filipina 9,19 sen USD/kWh, dan Malaysia 8,96 sen USD/kWh.

Share this article: