You are here

Keamanan Siber jadi Fokus Utama Perbankan

by Jonathan Cohen Wednesday, November 7, 2018 - 13:33

Jakarta - Seiring semakin pesatnya perkembangan teknologi saat ini, perbankan dituntut untuk lebih siap dan melakukan penyesuaian. Selain dari sisi teknologi, sisi keamanan alias perlindungan konsumen juga turut diperhatikan.

Sebabnya, perkembangan teknologi yang pesat juga diikuti oleh meningkatnya risiko serangan siber ke sistem keuangan. 

Direktur PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Bob Tyasika Ananta menjelaskan saat ini perbankan terus mengembangkan keamanan siber (cybersecurity). Sebut saja, dalam beberapa waktu terakhir serangan siber terhadap layanan perbankan cukup marak terjadi. Seperti kasus skimming yang sempat menimpa sejumlah bank besar, dikutip dari kontan.co.id.

Semisal nasabah Bank Mandiri pada Maret 2018 lalu setidaknya mencatat da 141 nasabah yang menjadi korban kejahatan siber, dengan total kerugian mencapai Rp 260 juta. Akibatnya, Bank Mandiri langsung melakukan upaya penyelesaian sekaligus memperkuat sistem keamanan bank terutama dari sisi ATM. Tak hanya Bank Mandiri, bank besar lain pun juga sempat menjadi korban dari kejahatan di era digital saat ini.

Alhasil, perbankan sekaligus regulator sistem pembayaran melakukan penguatan keamanan dengan mempercepat proses peralihan kartu debit magnetic stripemenjadi berbasis chip yang jauh lebih aman alias anti skimming. 

Bob juga menyinggung, sejumlah nasabah BNI juga mengeluhkan adanya pendebitan secara misterius. Menurutnya, hal tersebut juga merupakan salah satu tindakan kejahatan siber.

"Itu salah satu saja contohnya, tapi untuk yang itu sudah kami recover dan perkuat sistem untuk melindungi nasabah. Tapi hal seperti itu mungkin saja terjadi, itulah yang namanya teknologi," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/11).

Bob menilai ke depan risiko kejahatan lewat teknologi apalagi digital akan terus meningkat. "Maka dari itu, security-nya harus diperbaiki dan improve terus, jadi memang akan selalu dinamis, harus ada identifikasi, mitigasi, deteksi dan respon," ungkapnya.

 

Share this article: