You are here

Kementerian PUPR Mendorong Pembangunan Bendungan di Papua

by Sebastianus Epifany Tuesday, September 12, 2017 - 10:32

JAYAPURA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pengembangan pembangunan dan rehabilitasi bendungan dan jaringan irigasi di Papua dan Papua Barat. Kedua propinsi paling timur di Republik Indonesia tersebut diharapkan dapat menjadi panglima pembangunan nasional sekaligus ujung tombak persaingan antar negara.

Wilayah Papua dan Papua Barat ternyata memiliki curah hujan tertinggi di Indonesia sehingga cocok diarahkan mendukung pertanian. Potensi tersebut dipaparkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang berencana memprioritaskan pengelolaan Sumber Daya Alam di Papua untuk pembangunan jaringan irigasi kecil.

"Papua ini potensi airnya paling besar dari seluruh wilayah Indonesia karena curah hujannya paling tinggi. Kami prioritaskan pengelolaan SDA di Papua untuk pembangunan jaringan irigasi kecil mendukung pertanian,” ujar Menteri Basuki seperti dilaporkan dari pu.go.id (12/9).

Untuk memasok kebutuhan air irigasi, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua membangun Bendung Wanggar dan Nuhoa di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua. Kementerian PUPR juga telah berhasil membangun Bendung Yahukimo di Kabupaten Yahukimo yang dibangun sejak 2012 hingga 2016 dan mampu melayani 3.200 hektar lahan pertanian.

Untuk Wilayah Nabire, saat ini Kementerian PUPR tengah menyelesaikan saluran intake kiri pada Bendung Kalibumi. Selanjutnya di wilayah Distrik Yapsi Kabupaten Jayapura juga telah dibangun DI. Lereh yang memanfaatkan sumber air dari Sungai Nawa melalui Bendung Lereh II dengan sistem gravitasi untuk mengairi areal pertanian seluas 2.119,36 hektar.

Di Papua Barat, BWS Papua Barat Ditjen SDA Kementerian PUPR membangun Bendung Wariori dan Bendung Aimasi di Kabupaten Manokwari. Sementara itu, di Kabupaten Manokwari Selatan dibangun Bendung DI. Oransbari yang dibangun sebagai penunjang program ketahanan pangan serta mengoptimalisasi lahan persawahan.

Share this article: