You are here

Philips Lighting Gelar Program "Kampung Terang Hemat Energi"

by Sebastianus Epifany Monday, September 4, 2017 - 13:05

JAKARTA - Philips Lighting, pemimpin global di bidang pencahayaan, hari ini mengumumkan akan memperluas instalasi pencahayaan LED tenaga surya di kurang lebih 25 desa yang belum dialiri listrik di seluruh Indonesia sebagai bagian dari program “Kampung Terang Hemat Energi”.

Program ini telah dimulai sejak tahun 2015 di sembilan desa yang tersebar di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan. Program “Kampung Terang Hemat Energi” ini akan menyediakan penerangan untuk rumah dan fasilitas umum seperti Puskesmas, sekolah dan jalan umum di beberapa desa di wilayah Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku.

Philips Lighting memperkirakan terciptanya 2.886 titik lampu baru, yang berarti hampir sepuluh kali lebih banyak dari jumlah titik lampu yang diciptakan semula di Sulawesi Selatan.

“Kami sangat senang dapat menolong lebih banyak lagi masyarakat dengan menjembatani kesenjangan pencahayaan antara kota dan wilayah pedesaan melalui  program ‘Kampung Terang Hemat Energi’,” ujar Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia.

Lebih detil dirinya menjelaskan bahwa pencahayaan akan membantu meningkatkan kehidupan masyarakat, memampukan kegiatan sehari-hari seperti belajar atau pekerjaan rumah tangga lainnya untuk dapat dilakukan bahkan setelah matahari terbenam. Puskesmas dapat beroperasi dengan layak dalam keadaan darurat di malam hari dan mobilitas masyarakat serta barang tidak lagi terbatas hanya pada siang hari.

Rami menambahkan,"Di Philips Lighting Indonesia, kami menerapkan komitmen global perusahaan ini untuk menciptakan kehidupan yang lebih terang untuk dunia yang lebih baik; termasuk di dalamnya, kehidupan masyarakat di desa-desa terpencil di seluruh negeri.”

Untuk setiap desa terpilih, program “Kampung Terang Hemat Energi” memberikan paket pencahayaan LED tenaga surya Philips yang inovatif, yang terdiri atas: (1) Solar Indoor Lighting System lengkap dengan panel surya, (2) Philips LifeLight yang 10 kali lebih terang dari lampu minyak tanah, dan (3) Solar LED Road Light untuk menerangi jalan-jalan di desa pada malam hari. Tahun ini, program akan diawali dengan menjangkau enam desa di Sumatera Utara.

Data tahun 2016 menunjukkan bahwa di Indonesia, sekitar 12.000[1] desa – yang mencakup lebih dari 30 juta jiwa – belum memiliki akses infrastruktur listrik. Desa-desa ini mengandalkan sumber pencahayaan yang menggunakan minyak tanah dan lilin sehingga penduduknya rentan terhadap bahaya kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.

Sebagai pemimpin global di bidang pencahayaan, Philips telah merevolusi pencahayaan selama lebih dari 125 tahun dengan mengutamakan pelanggan sebagai pusat dari setiap inovasinya dan meningkatkan kehidupan masyarakat, baik mereka yang tinggal di kota maupun di daerah pedalaman. Masyarakat dapat melihat berbagai program dan produk Philips di salah satu event infrastruktur terbesar di tanah air yaitu Indonesia Infrastructure Week yang diorganisir Tarsus Indonesia pada 8-10 November 2017 di Jakarta Convention Center

Share this article: