You are here

Demi Infrastruktur Baru, Presiden Trump Membutuhkan Dana $1,5 Triliun

by Sebastianus Epifany Thursday, February 1, 2018 - 13:32

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpendapat negaranya kini menghadapi defisit infrastruktur. Menurutnya Amerika membutuhkan jalan-jalan, jembatan, jalan kereta dan sarana pelayaran baru. Oleh karena itu dirinya mengajukan permohonan dana $1,5 Triliun kepada kongres untuk mpembangunan infrastruktur baru.

Seperti dilaporkan dari voaindonesia.com (1/2/2018), Pengajuan pendanaan tersebut disampaikan dalam pidato kenegaraan Presiden Trump, State of Union, di hadapan Kongres dan Rakyat Amerika Serikat.

Presiden Trump bahkan menganggap kondisi saat ini "memalukan" karena pada 1931, negaranya membangun Empire State Building hanya dalam kurun waktu satu tahun, tetapi sekarang ini mengeluarkan izin untuk membangun jalan baru membutuhkan waktu 10 tahun.

Dirinya juga berpendapat bahwa setiap rancangan undang-undang yang memberikan wewenang belanja untuk sarana baru juga harus mempercepat proses persetujuan proyek menjadi tidak lebih dari 2 tahun.

Presiden Trump juga memaparkan niatnya untuk memanfaatkan tahun depan untuk reformasi lembaga permasyarakatan guna membantu eks narapidana memperoleh kesempatan kedua. Masyarakat yang berjuang, termasuk masyarakat imigran, bisa dibantu dengan kebijakan imigrasi, yang menurut Trump, difokuskan pada kepentingan keluarga Amerika, dan menyebut warga Amerika juga adalah “dreamers.”

Trump mengatakan pemerintahannya telah mengusulkan RUU baru, yang kata dia, akan memperbaiki hukum imigrasi dan mendukung agen-agen perbatasan sehingga penjahat dan geng tidak bisa lagi mengambil manfaat dari celah-celah dalam peraturan imigrasi.

Share this article: