You are here

Jumlah Pengguna Internet di Indonesia pada tahun 2017 Meningkat

by Sebastianus Epifany Wednesday, February 21, 2018 - 10:53

JAKARTA - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) telah melakukan survei penetrasi dan perilaku pengguna internet di Indonesia. Hasilnya diumumkan pada Senin (19/02), di Jakarta, dimana Jumlah pengguna internet tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Jumlah pengguna internet tersebut menunjukan kenaikan sebesar 10,56 juta jiwa dari hasil survei pada tahun 2016. Oleh karena itu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia diwakili Dirjen Aptika Semuel A. Pangerapan memberikan apresiasia kepada APJII.

Berdasarkan laporan dari pressrelease.id (21/2), Semuel menjelaskan bahwa data hasil survei tersebut sangatlah bermanfaat untuk gambaran Kominfo dalam mengejar target pemerataan jaringan internet. "Percepatan pembangunan broadband akan terus dilakukan," tuturnya.

Semuel mengatakan, dapat diperkirakan jumlah pengguna internet akan semakin meningkat. Hal ini disebabkan ketersediaan internet di Indonesia akan merata karena pembangunan Palapa Ring yang segera selesai dibangun.

Selain itu, Semuel juga menyebutkan, data-data tersebut dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan, terutama para pelaku industri di Indonesia.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi Soemartono mengatakan, kenaikan yang terjadi akibat pembangunan infrastruktur yang semakin mempermudah masyarakat mengakses layanan internet.

Adapun komposisi pengguna internet berdasarkan jenis kelamin, terdiri dari perempuan sebanyak 48,57 persen, dan lelaki sebanyak 51,43 persen. Untuk komposisi berdasarkan usia, angka terbesar ditunjukan oleh masyarakat berumur 19 - 34, yakni sebesar 49,52 persen. Namun untuk penetrasi terbesar berada pada umur 13-18, yakni sebesar 75,50 persen.

Sedangkan angka penetrasi pengguna internet kedua terbesar berdasarkan tingkat ekonomi, yakni berturut-turut berada pada masyarakat menengah bagian bawah sebesar 74,62 persen, dan masyarakat mengengah bagian atas sebesar 16,02 persen. Hal tersebut menunjukan saat ini, manfaat dari internet tidak hanya dapat diakses oleh kalangan atas saja.

Share this article: