You are here

Menteri PUPR Buka Rahasia Bangun Infrastruktur Berbasis Lingkungan

by Jonathan Cohen Friday, August 24, 2018 - 16:35

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono hari ini menghadiri Penghargaan Sarwono Prawirohardjo XIII dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Basuki juga melakukan orasi ilmiah terkait pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan.

Dia menjelaskan pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan dan berkelanjutan itu harus mempunyai prinsip. Seperti, mengadopsi kondisi lingkungan dan budaya lokal, memperhatikan daya dukung lingkungan dan preservasi sumber daya.

"Optimalisasi SDM dan SDA setempat jaga, Bio-diveristy. Dan optimalisasi partisipasi masyarakat dan dorong inovasi teknologi," ujar Basuki di auditorium LIPI, Jakarta, Kamis (23/8/2018), seperti yang dilaporkan oleh okezone.com.

Dia menegaskan, hal penting lain yang selalu diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan adalah pemanfaatan material lokal dan mengadaptasikan kekayaan budaya setempat ke dalam desain infrastruktur. 

Sebagai contoh, beberapa provinsi di Pulau Kalimantan tidak memiliki batu pecah dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik. Untuk mengatasi kondisi ini, dikembangkan berbagai teknologi berbasis material lokal dalam pembangunan infrastruktur, antara lain.

"Pemanfaatan sand base lapis pondasi aspal sebagai pondasi badan jalan. Timbunan ringan dengan material dasar utama pasir untuk badan jalan di atas tanah lunak. Hot mix lawele granular asbuton dan co/d paving hot mix asbuton untuk perkerasan jalan. Dan atang pohon lontar sebagai bahan bangunan perumahan," jelasnya

Selain itu, lanjut dia adopsi budaya dan kondisi setempat dalam pembangunan infrastruktur sangat penting agar pembangunan dapat diterima oleh masyarakat dan meningkatkan manfaat infrastruktur.

"Sebagai ilustrasi, sungai-sungai besar di Pulau Kalimantan sejak dulu dipergunakan sebagai moda transportasi utama. Fungsi ini akan terganggu saat dibangun bangunan air melintang sungai. Sungai Amandit di Kalimantan Selatan secara tradisional digunakan oleh masyarakat setempat untuk mengangkut hasil bumi," pungkasnya.

 

Share this article: