You are here

PUPR Kembangkan Teknologi Jembatan Gantung Judesa

by Sebastianus Epifany Monday, January 15, 2018 - 16:37

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui badan penelitian dan pengembangan (litbang) mengembangkan inovasi teknologi infrastruktur yaitu teknologi jembatan gantung Judesa (Jembatan untuk Desa Asimetris).

Judesa merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan konektivitas antar-desa, yang pada gilirannya akan mendorong perkembangan ekonomi pedesaan. Dengan Judesa, dapat menghubungkan antar-desa atau kawasan terpencil yang dipisahkan oleh kondisi alam yang seperti sungai, lereng, bukit, ataupun jurang.

Pengembangan teknologi tersebut juga merupakan implementasi Nawacita ketiga Presiden Jokowi yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

"Jembatan gantung ini sangat diperlukan dalam menghubungkan desa ke desa, atau kecamatan ke kecamatan. Sebenarnya kebutuhan jembatan gantung jumlahnya ribuan baik di Jawa dan Luar Jawa, sangat banyak sekali. Tahun 2018 menargetkan bisa membangun 300 unit jembatan," ungkap Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti dilaporkan dari pu.go.id (15/1/2018).

Judesa adalah jembatan gantung untuk pejalan kaki ataupun pesepeda motor di pedesaan dengan biaya murah dan pelaksanaan pembangunannya melibatkan masyarakat setempat. Judesa mampu mengakomodasi bentang 30 hingga 120 meter.

Untuk bentang kurang dari 60 meter menggunakan tipe asimetris satu pylon sedang bentang diatas 60 meter menggunakan dua pylon atau disebut tipe asimetris ganda. Penggunaan satu pilon dimaksudkan untuk mengurangi biaya material struktur jembatan dan memberikan kemudahan dalam pembangunan. Pelaksanaan konstruksinya membutuhkan waktu sekitar 120 hari.

Judesa memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya sangat pas untuk diterapkan di kawasan terpencil, yaitu fleksibel dan ekonomis. Keunggulan tersebut antara lain ialah materialnya merupakan pre fabrikasi sehingga dapat disiapkan untuk dikirim ke lokasi. Kemudian sistem jembatan modular yang memberikan kemudahan pembangunan dengan swadaya masyarakat.

Share this article: