You are here

Terobosan PT Nusantara Infrastructure Dalam Percepatan Pembangunan Infrastruktur Non-APBN

by Sebastianus Epifany Friday, November 10, 2017 - 10:13

JAKARTA - PT Nusantara Infrastructure Tbk (Nusantara Infrastructure) melakukan terobosan melalui kerjasama strategis dengan dilakukannya investasi ke dalam Nusantara Infrastructure oleh salah satu perusahaan publik terkemuka di Filipina yakni Metro Pacific Investments Corporation (MPIC).

Acara bertajuk “Investment Partnership” ini dilaksanakan pada hari pertama perhelatan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017 di Jakarta Convention Center, tepatnya 8 November 2017. Melalui anak usahanya MPIC telah membeli secara tidak langsung 6,6 miliar lembar saham atau setara dengan 43,3 % dari seluruh saham yang dikeluarkan Nusantara Infrastructure dari PT Matahari Kapital Indonesia, pada Jumat 3 November 2017.

Pembelian saham oleh MPIC dilakukan melalui PT Metro Pacific Tollways Indonesia, perusahaan yang secara tidak langsung dimiliki oleh Metro Pacific Tollways Corp (MPTC), anak perusahaan dari MPIC.

Kerjasama dengan mitra strategis ini bertujuan untuk memperkuat nilai perusahaan dalam mewujudkan pertumbuhan yang potensial di bidang pembangunan infrastruktur, terutama di sektor jalan tol, air, menara telekomunikasi, energi dan pelabuhan yang selama ini telah dijalankan Nusantara Infrastructure.

Muhammad Ramdani Bisri, Chief Executive Officer mengatakan, “Kami mendapatkan kepercayaan dari mitra strategis untuk bersama-sama mengembangkan dan mempercepat pertumbuhan infrastruktur di Indonesia melalui investment partnership ini.”

“Nusantara Infrastructure menyadari pentingnya partisipasi sasta dalam pembangunan infrastruktur, sehingga perusahaan telah melakukan terobosan baru dengan memperkenalkan business model yang mampu menarik para mitra strategis, khsususnya investor asing,” tambahnya.

Ramdani juga mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Nusantara Infrastructure sebagai pihak swasta yang turut serta berkontribusi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia tanpa menggunakan APBN.

Share this article: