You are here

SMI Bidik Pariwisata, Kesehatan & Pendidikan

by Jonathan Cohen Monday, August 6, 2018 - 17:01

JAKARTA – PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) berkomitmen untuk mendiversifikasi penyaluran pembiayaan ke sektor infrastruktur pariwisata, kesehatan, dan pendidikan selain ke sektor infrastruktur dasar yang selama ini dibiayainya.

Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur Emma Sri Martini mengatakan bahwa rencana tersebut sesuai dengan visi perseroan untuk menciptakan efek berganda dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor yang selama ini belum dimasuki perseroan.

“Jadi, ke depan selain infrastruktur dasar tetap berjalan, kami juga akan meng-address sektor selain itu seperti pariwisata, kesehatan, dan pendidikan,” katanya, seperti yang diulas oleh media Bisnis Indonesia (6/8).

Di sektor pariwisata, Emma mencontohkan bahwa pembiayaan akan difokuskan untuk membantu pemerintah daerah dalam penyiapan infrastruktur penunjang yang tengah dikembangkan pemerintah, seperti, Danau Toba dan Labuan Bajo.

“Misalnya, Danau Toba kan melibatkan delapan pemerintah daerah. Nah, pemda ini yang akan kami edukasi untuk penyiapan infrastruktur feeder guna menunjang pariwisata,” tuturnya.

Sejak 2016, total nilai proyek yang dikerjakan SMI mencapai Rp424,30 triliun untuk sejumlah proyek infrastruktur dasar.

Per semester pertama 2018, pembiayaan di sektor jalan tol mendominasi dari nilai total proyek yakni 45,70%, tenaga listrik 37,10%, transportasi 6,10%, minyak dan gas bumi 4,80%, jalan 4,70%, infrastruktur sosial 2,90%, telekomunikasi 2,40%, rolling stock 1,60%, irigasi 2,80%, air minum 1,10%, dan energy terbarukan 0,90%.

Di sektor kesehatan, perusahaan sudah mulai menyalurkan pembiayaan untuk rumah sakit lewat produk unik pembiayaan daerah.

Pembiayaan tersebut tidak hanya dikhususkan untuk pembangunan atau rehabilitasi rumah sakit umum daerah, tetapi juga untuk pembangunan pasar, jalan desa, serta irigasi. Sebarannya diutamakan untuk wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. “Tahun ini SMI diharapkan bisa menciptakan minimal 20 offering letter komitmen untuk pinjaman daerah ini,” ujarnya.

Sampai dengan semester pertama 2018, SMI telah mengantongi komitmen pembiayaan Rp58 triliun atau 87,80% dari target komitmen tahun ini Rp66 triliun.

Sejumlah proyek yang komitmen pembiayaan dengan SMI pada tahun ini sudah ditandatangani di antaranya proyek tol layang Jakarta – Cikampek II, pembiayaan modal kerja untuk proyek ruas Salatiga – Kartasura, modal kerja pembuatan rolling stock LRT Jabodetabek, pembiayaan investasi sindikasi untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Pabrik Gula Asembagoes, kabupaten Situbondo.

Share this article: